SUZUKI SATRIA F150: GAGAL BALAP

Dani Rusnendi mengaku gagal balap. Pasalnya, “Istri tidak mengizinkan keluar malam,” ujarnya menjelaskan larangan dari istri. “Dan saya rasa memang salah. Soalnya yang saya ikuti itu balap liar. Risiko terlalu besar.”
Meski begitu bukan berarti hobi tidak tersalurkan. “Dari balap liar, modifikasi kini saya arahkan untuk turun kontes saja,” bilang pemilik Suzuki Satria F150 ini.

Otoplus_2017_012 mpmc suzuki satria grafis_wawa_36-XIV_08 (8)

Motor lantas diserahkan pada Betawi Craton yang berada di kawasan Jakarta Timur. Bukan mengorek mesin seperti rencana awal, melainkan, “Mengaplikasi konsep tribal blade.”
Istilah tribal blade merupakan gaya dari seni airbrush grafis yang mengutamakan sudut-sudut tajam, bagaikan sebuah pedang. Aliran tribal blade tersebut memang terbilang populer untuk pecinta airbrush di ibukota.
Bukan hanya memilih gaya tribal blade, namun Dani juga mengorder untuk memberikan kombinasi warna-warna kontras dan cerah. “Biar motor tidak terlihat pucat dan monoton,” terang pria 25 tahun ini.
Dana sekitar Rp 15 juta sudah dikeluarkan oleh Dani. Tampilan motor menjadi semakin menarik. “Walaupun gagal balap, tapi kalau begini tetap bisa berkompetisi dalam urusan modifikasi motor,” tutup Dani. (Naskah & foto: Wawa)
Data modifikasi :
Ban dpn : Duro 70/80-17
Ban blkg : Duro 80/70-17
Pelek : Axio 1.85 x 17 inci (dpn); 2.15 x 17 inci (blkg)
Gear set : SSS
Workshop : Betawi Craton, Jl. PGRI 4, Cipayung, Jakarta Timur, Telp. 083870200962

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY