HONDA SCOOPY: KONSEP WEDDING PHOTOGRAPHER

Kesibukan profesi dalam dunia seni berpengaruh pula ketika ingin memodifikasi besutan. “Modifikasi terbawa dari pekerjaan saya, yaitu fotografer pernikahan,” ujar Gede Indrawan.
Dalam bekerja, seorang fotografer harus dapat mengambil impresi atau soul hasil jepretan kamera. Berhubungan dengan pernikahan, “Kudu terlihat mempelai yang sama-sama menawan dan terkesan elegan,” terangnya.
Dari situlah, “Saya terpikir untuk menampilkan sosok elegan dan menawan pada skutik andalan,” terang pemilik Honda Scoopy produksi tahun 2011.

Otoplus_2017_034 HMC final_ronie_38-XIV_08 (13)

Maka, proses diawali dengan pemilihan warna untuk bodi. “Kebanyakan budaya di Indonesia, memakai busana kebesaran daerah untuk pernikahan. Rata-rata selalu ada unsur emas, termasuk busana dari Bali,” imbuh Podol, sapaan akrabnya. Alhasil, “Bodi dikelir emas.”
Namun malah terlihat monoton ketika kelir gold tanpa kombinasi. Solusinya, “Saya tambahkan motif grafis yang menyerupai busana pengantin,” beber fotografer 24 tahun ini.
Selain itu, kesan mewah juga diungkapkan lewat aksesori yang senada. “Biar semakin elegant, saya pilih krom sebagai aksen kontras dengan kelir gold,” tutur Podol.
Skutik pun semewah tampilan mempelai ketika melakukan upacara pernikahan. (Naskah: Auto17, Foto: Ronie)
Data modifikasi :
Cat : Blinken
Sok belakang : YSS
Pelek : Axio 1.60 x 17 inci
Kaliper : KTC
Workshop : GAP, Denpasar, Bali

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY